TubasMedia.com Mobile

15 Februari 2012, 17:00 WIB

Pemerintah Godok Program Mobil Murah

Bagikan: Facebook

Laporan: Redaksi

Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Budi Darmadi

Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Budi Darmadi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Pemerintah saat ini sedang menggodok aturan terkait program mobil murah dan ramah lingkungan alias Low Cost and Green Car (LCGC). Pada program ini pemerintah akan membagi ‘jatah jajahan’ antara mobil merek asing dan mobil nasional agar tidak berbenturan dan saling sikut-sikutan.

Dalam rancangan program LCGC yang diutarakan Budi Darmadi terungkap kalau program mobil murah dan ramah lingkungan alias Low Cost and Green Car (LCGC) akan diberikan pada para pemegang merek asing.

Pada program ini, tiap mobil yang ingin ikut haruslah ramah lingkungan dan memiliki kapasitas mesin antara 1.000 cc – 1.200 cc dengan efisiensi antara 20-22 km/liter.

Pada program ini merek yang mau berpartisipasi harus bisa memproduksi mobil murah itu minimal kandungan komponen lokal sebesar 40 persen yang harus ditingkatkan menjadi 80 persen dalam 5 tahun. Jumlah produksi mobil murah itu minimal 100.000 per tahun dengan nilai investasi minimal Rp 1 triliun.

Dengan aturan seperti itu, maka hampir tidak mungkin merek-merek lokal yang masih ‘bayi’ ikut nimbrung di program ini.

“Karena itu, kami membagi pasar. Untuk merek-merek lokal, kami tempatkan di segmen 750 cc ke bawah di program mobil angkutan pedesaan,” kata Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Budi Darmadi di Kementerian Keuangan, Selasa (14/2/2012).

Budi menambahkan kalau pasar di kelas ini merupakan pasar yang masih memiliki potensi yang sangat besar karena pabrikan besar sendiri tidak ada yang bermain di segmen ini.

“Lagi pula, tren dunia sekarang sedang mengarah ke mesin cc kecil. Karena itu kita mau persiapkan merek-merek lokal kearah sana,” ujarnya menambahkan bahwa kita mau di masa depan ada kemandirian (teknologi) di powertrain.

Namun diakui, penempatan pasar ini dirasa agak kurang sreg oleh Asosiasi Automotive Nusantara atau Asia Nusa yang merupakan wadah merek-merek mobil lokal. Pasalnya, dengan diberinya insentif bagi mobil bermesin 750 cc ke bawah dan mobil bermesin 1.000-1.200 cc yang ingin ikut program ini, maka ada jeda di kapasitas mesin 750 cc sampai 1.000 cc. (sabar)

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.