TubasMedia.com Mobile

8 Juli 2011, 16:00 WIB

Masyarakat Karawang Menyatakan Tolak Narkoba

Bagikan: Facebook

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

KARAWANG, (Tubas) – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2011, Bupati Karawang, H. Ade Swara, dan Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang juga Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana beserta unsur Muspida dan ribuan warga masyarakat Karawang, menyatakan menolak kehadiran narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) di kabupaten ini.

Masyarakat memadati Lapang Karang Pawitan Karawang untuk menyatakan aksi penolakan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Karawang.

Aksi yang sebagian besar diikuti para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Karawang tersebut ditandai dengan ditandatanganinya spanduk “Komitmen Tolak Narkoba” oleh Bupati Ade Swara, Ketua BNK, unsur Muspida, serta perwakilan organisasi pemuda dan ormas lainnya. Selain itu, para peserta upacara peringatan tersebut juga secara kompak memakai kaos putih bertuliskan “Anti Narkoba, Jauhkan Narkoba dari Lingkungan dan Kehidupan Anda”.

Pada kesempatan itu, Bupati Ade Swara juga memberikan penghargaan kepada para individu maupun organisasi yang senantiasa aktif dalam gerakan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kab. Karawang.

Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Hj. Eli Amalia Priatna, yang merupakan Ketua BNK Karawang periode sebelumnya, Drs. Shalahuddin Muftie, MM yang merupakan Ketua LSM GAZA, serta SLANKERS, yang merupakan organisasi pencinta musik SLANK.

Bupati Ade Swara dalam sambutannya mengatakan, diselenggarakannya upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2011, bukan sekedar merayakan saja, melainkan merupakan wujud dari keprihatinan, kepedulian, tanggung jawab, dan tekad masyarakat Karawang untuk memberantas narkotika. “Narkotika merupakan kejahatan yang mengancam masa depan bangsa kita,” ujarnya.

Bupati menambahkan, apa yang kita dengar dan lihat setiap hari terkait kasus narkotika merupakan gambaran kecil dari kondisi yang sesungguhnya, di mana jumlah kasus dan korban yang sebenarnya bisa dipastikan jauh lebih besar lagi. Hal ini sebagaimana fenomena gunung es, karena masih banyak kasus penyalahgunaan narkotika yang belum diketahui. Di Kab. Karawang sendiri kondisi penyalahgunaan narkotika menunjukkan peningkatan, baik secara kualitas maupun kuantitas. “Khususnya di kalangan remaja produktif,” tuturnya. (agus safutra)

Komentar Anda

  1. untuk saat ini, sepertinya sanksi sosial lebih efektif daripada sekedar ditahan polisi. Kalau perlu dikucilkan…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

HTML tags are not allowed.