45 Persen Wilayah Tasikmalaya Rawan Longsor

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (TubasMedia.Com) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Tasikmalaya H. Iwan Saputra mengatakan 45 persen total luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah rawan longsor. Pasalnya, sekitar 118.636 hektar dari 270 ribu hektar luas Kabupaten Tasikmalaya, merupakan daerah rawan bencana gerakan tanah yang bisa menyebabkan bencana longsor.

Hal itu, pinta Iwan harus menjadi perhatian bersama dalam pembangunan perumahan dan sebaiknya tidak berada di zona gerakan tanah tinggi dan konstruksi rumah harus benar-benar kuat.

Daerah rawan gerakan tanah tersebut, merupakan hasil pemetaan yang sekarang sudah dituangkan dalam Perda No.2 tahun 2012, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

“Lebih dari dua puluh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya berada di daerah rawan gerakan tanah. Seperti Kecamatan Bojonggambir, Sodonghilir, Puspahiang, Salawu dan daerah-daerah lainnya. Dalam peta pola tata ruang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, sudah tergambarkan secara rinci dan jelas,” jelas Iwan.

Selain daerah gerakan tanah, katan Iwan menambahkan, ada juga daerah terlarang seluas 1.831 dan daerah kawasan bahaya gunung berapi seluas 6.974 hektar. Pemkab Tasikmalaya sudah memetakan semua itu, termasuk daerah-daerah atau desa mana yang dijadikan lokasi aman untuk pengungsian.

“Di Perda itu dituangkan juga daerah mana yang masuk daerah rawan kawasan gempa bumi, rawan gunung merapi, dan juga tsunami. Jadi sudah lengkap, sehingga nantinya ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tasikmalaya untuk antisipasi dan rencana penanggulangannya,” katanya.

Hal yang penting, katanya, sudah ditentukan soal pemanfaatan lahan sawah beririgasi untuk dasar mengukuhkan kawasan pertanian berkelanjutan. Daerah sawah irigasi teknis yang bagus tidak boleh lagi menjadi kawasan industri dan lainnya.

“Sekarang, saya berharap semua pihak berdisiplin untuk menggunakan aturan pedoman bersama dalam memberikan izin untuk pembangunan ke depan. Kalau tidak, maka Tasikmalaya akan berantakan dalam pembangunannya,” katanya. (hakri)

Baca Juga

Komentar

Komentar

View Desktop Version